Bab 01

Jepretan Romansa Slow Burn, Intrik Politik, dan Kehilangan Dalam Novel The Inheritance

2 dibaca

A
Katanya cinta itu urusan dua orang. Sayangnya, manusia punya keluarga, ambisi, dan citra yang pasti ikut campur.

Dalam novel The Inheritance karya Nas, pernyataan tersebut digambarkan dengan jelas lewat hubungan dua insan, Giandra dan Nicholas. Novel yang terbit di platform online ini, bukan datang dengan tangan kosong. The Inheritance berhasil masuk ke dalam daftar pendek Wattys 2026 dan terpilih sebagai Spotlight Romance of December 2024 oleh Romansa Indonesia.

Namun, tentunya penghargaan bukan satu-satunya alasan untuk membicarakan sebuah karya. Aku bertarung melawan iklan tiap satu bab di platform online, untuk sampai ke halaman terakhir dari novel The Inheritance. Ada banyak hal yang bisa dibahas dari buku ini, tentang kehilangan, romansa, serta drama, disajikan di atas meja para pembaca.

Giandra, seorang penulis ternama yang memiliki ambisi besar dalam kariernya, bertemu dengan Nicholas, seorang diplomat sekaligus editor yang telah menjadi bagian dari hidupnya sejak lama. Keduanya menyimpan perasaan satu sama lain, tetapi perjalanan menuju hubungan yang lebih serius tidak sesederhana menyatakan cinta. Di tengah kedekatan mereka, ada urusan keluarga, ambisi pribadi, dan konflik lain yang membuat kehidupan keduanya jauh dari kata tenang.

Cinta dua orang bukan cuma menyatukan mereka, tetapi juga membawa dua keluarga ke dalam satu lingkaran yang sama. Di sinilah konflik mulai menemukan celahnya. Ketika dua keluarga dengan latar belakang, kepentingan, dan persoalannya masing-masing ikut terlibat, hubungan yang semula menjadi urusan pribadi bisa berkembang menjadi sesuatu yang jauh lebih rumit.

Inilah, The Inheritance.

Masalah-masalah yang Tidak Bisa Selesai Dalam Satu Bab

Buat yang bertanya-tanya, novel ini mengangkut beberapa konflik yang bukan sekadar tempelan. Seiring perjalanan membaca, aku bisa melihat bahwa konflik yang dihadirkan penulis selalu punya taruhan personal bagi karakter utamanya.

Misalnya, ketika Raka Purnomo berusaha mendekati Giandra dengan membawa-bawa kematian orang tuanya. Buatku, konflik ini bukan cuma menambah ketegangan cerita, tetapi juga memperlihatkan bagaimana kehilangan bisa menjadi sesuatu yang terus membayangi seseorang, bahkan ketika hidupnya sudah berjalan jauh ke depan.

Apalagi, Giandra harus berhadapan dengan seseorang yang menggunakan masa lalunya sebagai cara untuk mendekatinya, padahal ia sendiri belum tentu ingin mengorek kembali luka tersebut.

Di sisi lain, persoalan kesehatan yang dialami Giandra juga membawa konsekuensi emosional tersendiri, terutama bagi Nicholas yang pernah kehilangan kakaknya akibat kanker ovarium. Konflik ini membuat persoalan mereka terasa lebih personal karena ketakutan yang muncul bukan tanpa alasan. Ada pengalaman masa lalu yang kembali menghantui, sementara keduanya harus menghadapi kenyataan yang tidak bisa diselesaikan hanya dengan saling menyayangi.

Jujur, bisa dibilang ini jadi salah satu kekuatan novelnya. Konflik berlapis, berjalan bersamaan, tetapi nggak bikin kepalaku mumet saat membaca. Aku cukup enjoy saat usaha pendekatan Nicholas kepada Giandra menemui kerikil-kerikil kecil. Beside Raka bukan kerikil, dia batu kolam.

Kehadiran Raka di sini sebagai sumber konflik terasa cukup signifikan. Obsesinya terhadap Giandra bukan cuma menjadi penghalang bagi hubungan Giandra dan Nicholas, tetapi juga bersinggungan dengan masa lalu Giandra, terutama soal kematian orang tuanya. Jadi, konflik yang awalnya bisa dianggap sebagai gangguan dalam kisah romansa perlahan berkembang menjadi persoalan yang lebih besar.

Menurutku, ini juga yang membuat cerita nggak terasa hanya berputar pada dua orang yang saling menyukai. Ada persoalan lain yang terus bergerak di belakang hubungan mereka, dan masing-masing membawa konsekuensi tersendiri bagi para tokohnya.

Di luar hal menyenangkan itu, pasti setiap pembaca juga menemui fase kesandungnya saat membaca. Buat aku sendiri, salah satu hal yang cukup mengganjal adalah bagaimana konflik Raka berkembang.

Kehadirannya memang membuat cerita lebih kompleks, apalagi obsesinya terhadap Giandra bukan cuma mengganggu hubungan Giandra dan Nicholas, tetapi juga berkaitan dengan kematian orang tua Giandra dan kariernya. Tapi, karena Raka membawa begitu banyak masalah sekali gendong, aku merasa penggalian motivasi di balik tindakannya menjadi penting agar karakternya nggak sekadar hadir sebagai sumber konflik.

Selain itu, konflik dengan taruhan sebesar ini juga membuatku berharap penyelesaiannya terasa sepadan dengan masalah yang dibangun. Terutama untuk persoalan yang menyangkut dengan masa lalu Giandra, aku mau melihat bagaimana konflik tersebut benar-benar memberikan dampak terhadap dia, bukan cuma menjadi pemicu ketegangan dalam cerita.

Ya, balik lagi, ini masalah preferensi pembaca. Ada pembaca lain yang tidak merasakan hal yang aku rasakan, tapi justru menemukan polisi tidur atau jalan belum dicor di aspek lain.

Dan—satu hal lagi yang baru aku ingat.

Nama lengkap Giandra panjang sekali, aku jujur walau udah bolak-balik menghafal namanya tetap  ada yang terlewat. Well, this one is such a non-issue, bukan salah penulisanya juga karena memang memori aku setara lemper.

Secara keseluruhan bisa dibilang novel ini solid read, dengan sejumlah konflik yang ditawarkan, potensinya bisa meluber di luar romansa slow burn Giandra dan Nicholas.

Hasil Panen Kata per Kata: Petani Ilmu Padi  di balik The Inheritance 

Special mention untuk Nas yang sudah berhasil menamatkan novel cukup panjang ini. Sebagai pembaca, aku menikmati iklan yang harus aku tunggu di sela-sela membaca setiap bab. Sebuah pengorbanan yang tidak akan tercatat dalam sejarah sastra (lebay), tetapi tetap menguras kuota dan kesabaran.

Semoga setelah ini, Kak Nas bisa terus memanen kata demi kata dan menghasilkan lebih banyak cerita yang bisa dinikmati pembaca. Selamat beristirahat setelah perjalanan panjang bersama Giandra dan Nicholas. Semoga petualangan berikutnya bisa membawakan cerita yang sama serunya dengan The Inheritance.

Keep writing! 

See you in the next review! 




Sosial Media Penulis

Instagram: @gemeinschwft

Threads: @gemeinschwft

Sudah sampai ujung

Bab terakhir

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Komentarnya bisa dibaca siapa saja, tapi menulis butuh akun.

Masuk