Bab 01

Bab 1: Kereta Terakhir

4 dibaca

A

Lampu stasiun berkedip redup. Hujan gerimis menyapu peron lima yang sudah bertahun-tahun tidak dilalui kereta penumpang.\n\nPak Broto duduk di bangku kayu yang catnya mengelupas. Di sampingnya ada tas koper kulit tua berisi beberapa botol kaca kecil dengan cairan abu-abu redup.\n\n”Kamu yakin ingin menjualnya?” tanya Pak Broto pada gadis muda yang berdiri gemetar di hadapannya.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Komentarnya bisa dibaca siapa saja, tapi menulis butuh akun.

Masuk