Bab 01

Cernak - Kucing Pesta

5 dibaca

A

Di sebuah kota kecil, terdapat sebuah kompleks perumahan yang ceria dan penuh warna. Di sana hiduplah seorang gadis kecil bernama Rina. Hari ini adalah hari yang sangat spesial, karena Rina merayakan ulang tahunnya yang ke-7! Ia sangat bersemangat dan sudah merencanakan pesta yang seru.

Pagi itu, Rina bangun lebih awal. Ia berlari ke dapur dan melihat ibunya mengaduk adonan kue. “Ibu, kita harus membuat kue terbesar dan terlezat di dunia!” seru Rina sambil melompat-lompat.

Ibu Rina tersenyum dan menjawab, “Yuk, kita buat kue dengan warna pelangi!”

Rina dan ibunya bekerja sama, membuat kue yang penuh warna. Setelah selesai, Rina menunggu kedatangan teman-temannya. Sepertinya, mereka bersemangat untuk datang.

Teman-teman Rina pun tiba dan membawa hadiah membuat suasana menjadi semakin meriah! Namun, di antara keramaian itu, Rina melihat seekor kucing hitam berkeliaran di halaman. Kucing itu tampak sangat nakal dan penasaran.

“Eh, lihat! Kucing itu mau ikut pesta!” seru Rina sambil tertawa. Tanpa berpikir panjang, Rina dan teman-temannya memutuskan untuk memberi nama kucing itu “Si Kucing Pesta”. Mereka mengundangnya untuk bergabung.

Saat mereka bermain, tiba-tiba Si Kucing Pesta melompat ke atas meja kue dan menjatuhkan kue pelangi itu!

“Waduh!” teriak Rina. Kue yang dibuat ibu Rina buat dengan susah payah sekarang berceceran di lantai. Namun, Rina tidak marah. “Ayo kita buat yang lain saja!” serunya.

Rina mengusulkan untuk mencari bahan-bahan lain di dapur. Semua temannya mengikuti Rina ke dapur. Mereka menemukan buah-buahan segar, seperti stroberi, pisang, dan mangga.

“Kita bisa membuat salad buah yang enak!” seru Budi, salah satu temannya.

Mereka pun bekerja sama, memotong buah-buahan dan mencampurnya menjadi salad buah yang penuh warna. Rina mengambil mangkuk besar dan mereka semua mengisi mangkuk itu dengan senyuman di wajah mereka.

Ketika salad buah sudah siap, mereka duduk melingkar di halaman dan mulai menikmati hasil kerja keras mereka. “Ini lebih sehat dan segar daripada kue!” kata Rina sambil mengunyah stroberi.

Kemudian Si Kucing Pesta datang lagi. Kali ini, ia membawa sebuah bola kecil di mulutnya dan menjatuhkannya di depan mereka. “

Ayo kita main bola!” teriak Rina. Semua anak berlari dan bermain bola di halaman.

Mereka tertawa dan berlari-lari, sambil Si Kucing Pesta ikut berlari di sekitar mereka.

Hari itu menjadi penuh tawa dan kebahagiaan. Rina menyadari bahwa meskipun kue mereka hancur, salad buah yang mereka buat jauh lebih menyehatkan. Ketika matahari mulai terbenam, Rina berdiri dan berkata, “Ini adalah ulang tahun yang super seru!”

Sudah sampai ujung

Bab terakhir

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Komentarnya bisa dibaca siapa saja, tapi menulis butuh akun.

Masuk