Bab 01

Menyelami Luka, Trauma, dan Cinta dalam Novel Sorry, Thank you, and Fall in Love Again

6 dibaca

A

Apa yang terjadi ketika dua orang yang pernah saling mencintai mulai kehilangan cara untuk mempertahankan hubungan mereka?

Pertanyaan itulah yang menjadi pintu masuk dalam Sorry, Thank You, and Fall in Love Again karya Ferisa Danesvaran.

Mengangkat kisah Avie dan Awan, pasangan yang telah menjalin hubungan selama tujuh tahun sebelum akhirnya memutuskan untuk menikah, novel ini membawa pembaca ke dalam sebuah hubungan yang dari luar terlihat baik-baik saja, tetapi perlahan telah kehilangan kehangatannya.

Selama hampir tiga tahun, pernikahan mereka berjalan dalam jarak, diam, dan luka yang tidak pernah benar-benar dibicarakan. Ketika trauma masa lalu, kehadiran orang-orang baru, dan berbagai masalah lain mulai masuk ke kehidupan mereka, Avie dan Awan pun dihadapkan pada satu pertanyaan: apakah cinta masih cukup untuk membuat mereka bertahan?

Sorry, Thank You, and Fall in Love Again juga bukan cerita yang datang tanpa rekam jejak. Novel ini menjadi salah satu Wattys Winner 2022 kategori Romance dan masuk dalam Reading List Wattpad Romance Indonesia kategori Bittersweet Marriage, Domestic Romance, serta Mental Health.

Jangan khawatir buat kamu penggemar buku fisik. Karena kini, novel karya Ferisa Danesvaran tersebut telah terbit dalam versi cetak dan dapat dipesan melalui Instagram penulis.

Membaca Makna dibalik Sebuah Sampul

Satu kata yang terlintas di benak saya saat melihat sampul dari buku Sorry, Thank you, and Fall in Love Again adalah cantik.

Tidak bisa dipungkiri kalau saya adalah orang yang akan menghakimi sebuah buku dimulai dari sampul ceritanya. Pepatah lama seperti ”don’t judge a book by its cover” tampaknya tidak berlaku bagi saya dan sebagian orang.

Sampul buku ini sendiri membawa lebih dari sekedar kecantikannya. Ia membawa makna yang selaras dengan isi dari novel ini.

Warna hijau yang menjadi dasar dari sampulnya sendiri nyaman dipandang mata lama-lama, belum lagi dipadukan dengan aksen merah muda yang merupakan perpaduan pas. Merah muda secara konvensional sendiri dekat dengan unsur cinta, romantisme, dan keintiman, sedangkan hijau bisa dibaca sebagai pertumbuhan, masa pemulihan, atau sesuatu yang sedang mencari keseimbangan.

Menariknya, cerita ini bukan hanya tentang cinta saja, tetapi juga tentang memperbaiki sesuatu yang sudah terluka.

Jadi perpaduan dua warna itu bisa dibaca sebagai representasi dua sisi cerita: romantisme yang masih ada, sekaligus proses untuk kembali tumbuh setelah hubungan mereka mengalami keretakan. Dan warna hijau juga terasa cocok dengan konsep healing yang cukup penting dalam cerita.

Elemen yang paling menarik bagi saya dalam sampulnya adalah penulisan judul yang dibuat seperti simbol angka delapan. Cara judul itu disusun membentuk angka delapan membuat judul terasa seperti bagian dari simbolisme cover itu sendiri.

Setiap pembaca yang melihat sampul buku Sorry, Thank you, and Fall in Love Again pasti memiliki interpretasi masing-masing terhadap sampulnya.

Dan bagi saya sendiri, bagaimana judul disusun membentuk angka delapan bisa diasosiasikan sebagai siklus yang berulang atau perjalanan yang kembali pada titik tertentu. Dalam konteks cerita, Avie dan Awan terus berputar dalam luka, kesalahpahaman, dan pola komunikasi yang sama sebelum akhirnya mencoba menemukan jalan keluar.

Menyelami Konflik Romansa serta Luka Psikologis dalam Pernikahan Avie dan Awan

Pembaca dihadapkan dengan konflik yang sejak awal sudah dijanjikan oleh premis cerita: bagaimana Avie memberikan silent treatment kepada Awan selama tiga tahun pasca kejadian traumatis yang Avie alami.

Masalahnya, hubungan Avie dan Awan bukanlah hubungan rumah tangga yang kehilangan cinta. Mereka masih saling peduli, melakukan rutinitas seperti pada umumnya.

Namun, justru hal itulah yang membuat hubungan mereka terasa begitu menyakitkan, kenyataan bahwa luka yang dialami keduanya tidak pernah benar-benar dibicarakan.

Pada akhirnya, sesuatu yang tidak pernah dibicarakan perlahan berubah menjadi jarak di antara mereka.

Semua bermula dari sebuah tragedi yang terjadi tiga tahun sebelumnya. Saat Avie tengah mengandung tujuh bulan, anak mereka, Nayla—mengalami kecelakaan hingga mengalami luka serius. Di saat yang sama, Avie kehilangan janin yang mereka beri nama Najwan.

Peristiwa tersebut meninggalkan luka yang berbeda bagi keduanya. Avie dihantui rasa bersalah dan merasa tidak mendapatkan dukungan yang ia butuhkan dari Awan, sementara Awan juga menghadapi kehilangan dan tekanan dengan cara berbeda.

Di sinilah saya bisa merasakan titik dimana justru Awan dan Avie terlihat lebih manusiawi—mereka berdua sama-sama merasa bahwa dapat menanggung bebannya sendiri. Niat hati tidak ingin menambah beban psikologis untuk pasangan, yang ada justru menumpuk luka-luka yang seharusnya dari awal dibicarakan.

Keretakan tersebut kemudian semakin terlihat ketika Bianca dan Adrian hadir dalam kehidupan mereka.

Kehadiran dua sosok ini memang menambah persoalan baru, tetapi bukan mereka yang menciptakan masalah dalam rumah tangga Avie dan Awan. Mereka justru menjadi semacam pemantik yang membuat luka dan ketidakamanan yang selama ini tersembunyi menjadi semakin sulit diabaikan.

**Yang Pahit, Yang Manis, dan Catatan Kecil **

Sorry, Thank you, and Fall in Love Again meninggalkan bekas tersendiri bagi saya sebagai pembaca. Namun, mau bagaimanapun mahirnya seorang penulis menyusun ribuan kata menjadi cerita utuh, tentunya akan ada satu dua bagian yang terlewatkan.

Lagipula, sebuah cerita tidak harus sempurna untuk bisa dinikmati.

Dari bagian-bagian yang masih terasa memiliki ruang untuk dikembangkan, saya menemukan beberapa hal yang membuat saya kembali memikirkan perjalanan Avie sebagai karakter.

Bukan karena cerita ini gagal menyampaikannya, melainkan karena beberapa aspek dalam perjalanan Avie sebenarnya memiliki potensi untuk terasa jauh lebih kuat apabila diberi ruang sedikit lebih banyak.

Satu hal yang membuat saya merasa masih ada ruang yang cukup besar untuk dieksplorasi dalam cerita ini: perjalanan Avie dalam proses penyembuhannya.

Avie membawa luka yang tidak sebentar. Pengalaman yang membekas selama bertahun-tahun tentu tidak serta-merta hilang hanya karena seseorang akhirnya menemukan tempat yang aman untuk bercerita. Karena itu, saya justru berharap proses healing atau penyembuhan Avie mendapatkan sedikit lebih banyak ruang di dalam cerita.

Bukan berarti proses penyembuhan harus dibuat lebih panjang, lebih dramatis, atau dipenuhi kemunduran agar terasa realistis. Justru hal-hal kecil seperti perubahan cara Avie memandang dirinya sendiri, bagaimana ia merespons situasi yang sebelumnya menjadi pemicu, atau bagaimana ia perlahan belajar menjalani hari tanpa terus-menerus dibayangi masa lalu, menurut saya bisa membuat perkembangan tersebut terasa lebih nyata.

Menurut saya, bagian paling menarik dari sebuah cerita tentang seseorang yang sedang berusaha pulih bukan hanya ketika ia akhirnya baik-baik saja, tetapi ketika pembaca bisa melihat bagaimana ia sampai ke sana.

Special Mention: Ferisa Danesvaran, Induk Pikiran dari Setiap Kata yang Tercetak di Buku Sorry, Thank you, and Fall in Love Again

Untuk Ferisa Danesvaran, terima kasih sudah membawa Sorry, Thank you, and Fall in Love Again sampai ke tangan pembaca yang sudah lama meninggalkan novel-novel romansa seperti saya.

Sebuah cerita tidak harus sempurna untuk bisa meninggalkan kesan, dan menurut saya, cerita ini sudah melakukan itu. Semoga akan ada lebih banyak cerita yang lahir dari ketikan keyboard laptopmu, lebih banyak karakter yang bisa ditemukan pembaca, dan tentu saja, lebih banyak alasan untuk terus menulis.

Keep writing, Ferisa.

Sudah sampai ujung

Bab terakhir

Ulasan yg bagus membantu pembaca memahami buku melalui sudut pandang pengulas. Dan ulasan ini melakukan itu. Tp, aku melupakan satu hal: aku membawa tulisan ini dengan mode proofread, jadi aku menemukan beberapa typo, entah disengaja atau tidak. Misalnya "dibalik" dalam kalimat "Membaca Makna dibalik Sebuah Sampul". Kan seharusnya "di balik"?, lalu "dimana" musuh "di mana", dan juga format teks masih ada **

Selebihnya aku menikmati ulasan ini

Komentarnya bisa dibaca siapa saja, tapi menulis butuh akun.

Masuk