02. A New Place to Belong

5 dibaca

A

𓆩𓆪

“Kelly, kamu sudah menerima email dari lab, kan?” tanya Yui.

“Iya. Hari ini aku akan bertemu dengan asisten lab-ku. Namanya Hiruka Inoue.”

“Oh, Inoue-san. Aku mengenalnya.” Yui tersenyum sambil menyeruput matcha latte-nya. “Aku akan menghubunginya dulu.”

Tidak lama kemudian, seorang perempuan datang menghampiri mereka.

“Inoue-san,” sapa Yui.

Inoue melambaikan tanyannya. “Yui-san.”

Kemudian, Yui melambaikan tangan dan menoleh kepada Kelly.

“Kelly, ini Hiruka Inoue.”

Kelly segera berdiri dan membungkuk sopan. “Halo. Aku Kelly.”

“Senang bertemu denganmu. Inoue-desu.”

“Senang bertemu denganmu juga.”

Setelah berbincang sebentar, Yui pun berpamitan. “Aku harus kembali ke International Office.”

“Terima kasih banyak sudah menemaniku hari ini, Yui.”

“Sama-sama. Kalau ada sesuatu yang kamu butuhkan, jangan ragu untuk menghubungiku.”

Kelly mengangguk.

Setelah Yui pergi, Kelly mengikuti Inoue menuju gedung Fakultas Teknik dan Arsitektur.

“Kamu tinggal di mana?” tanya Inoue sambil berjalan.

“Di Yuki Dorm.” Kelly menoleh.

“Oh, asrama kampus?”

“Iya.”

“Bagaimana dengan hari pertamamu? Sempat bingung?” tanya Inoue dengan ramah.

Kelly menggeleng. “Tidak juga. Aku dijemput oleh perwakilan PPI.”

“PPI?” tanya Inoue.

“Semacam persatuan pelajar orang Indonesia di Jepang.” Kelly menjelaskan.

“Oh.” Inoue mengangguk. “Keren juga.”

“Iya. Kebetulan aku punya teman yang juga tinggal di Jepang, tapi dia tinggal di Hiroshima. Jadi, dia menghubungi temannya yang tergabung dalam PPI Tokyo.”

“Oh, begitu.”

Mereka terus berjalan menuju gedung Fakultas Teknik dan Arsitektur.

Sesampainya di sana, mereka naik ke lantai tiga. Tepat di depan dua pintu yang saling berhadapan, Inoue tiba-tiba berhenti.

“Kamu bertemu Irikawa-sensei dulu.”

“Baik.”

Inoue kemudian mengetuk pintu.

Tok...Tok...

“Ya... masuk,” terdengar suara dari dalam.

Inoue membuka pintu sedikit, lalu berbicara dengan seseorang menggunakan bahasa Jepang. Setelah beberapa saat, ia menoleh kepada Kelly dan memberi isyarat agar Kelly masuk.

Kelly menarik napas pelan sebelum melangkah masuk.

Di dalam ruangan, seorang pria paruh baya duduk di balik meja kerja.

“Irikawa-sensei,” sapa Kelly.

Profesor itu menoleh kepada Kelly. “Ah, kamu pasti Kelly.”

Kelly segera membungkuk sopan. “Ya, Sensei. Nama saya Kelly. Senang bertemu dengan Anda.”

“Selamat datang di Hoshizora University,” Ia tersenyum.

“Terima kasih banyak.”

Irikawa-sensei kemudian mengajukan beberapa pertanyaan mengenai proses kedatangan Kelly hingga penelitian Kelly. Percakapan mereka berlangsung cukup santai hingga akhirnya profesor tersebut mengatakan sesuatu yang membuat Kelly terdiam sejenak.

“Kalau begitu, minggu depan kamu bisa mempresentasikan rencana penelitian tesismu di depan anggota lab.”

Kelly berkedip.

Hah... minggu depan?

Ia baru saja tiba di Jepang. Bahkan, ia belum sepenuhnya memahami letak setiap gedung di kampus.

Namun, Kelly hanya tersenyum. “Baik, Sensei.”

Ia tidak menolak.

Setelah percakapan mereka selesai, Kelly membungkuk dan meninggalkan ruangan. Begitu keluar, ia mendapati Inoue masih menunggunya di depan pintu.

Kelly sedikit terkejut.

Padahal ruang lab ada tepat di depan ruangan Profesor Irikawa. Dia sebenarnya bisa saja langsung masuk. Dia baik sekali, pikirnya.

“Sudah selesai?” tanya Inoue.

“Iya.”

“Kalau begitu, ayo,” kata Inoue.

Mereka berjalan menuju ruangan di seberang.

“Lab kita sebenarnya memiliki dua ruangan,” jelas Inoue sambil membuka pintu. “Anggotanya cukup banyak.”

Begitu pintu terbuka, hampir seluruh kepala di dalam ruangan langsung menoleh ke arah mereka. Melihat reaksi mereka, Kelly spontan berhenti sejenak.

Puluhan pasang mata tertuju kepadanya.

“Semuanya,” kata Inoue. “Ini Kelly. Dia adalah mahasiswi magister baru dari Indonesia.”

Kelly tersenyum canggung, lalu membungkuk kecil. “Hai. Senang bertemu kalian semua.”

“Senang bertemu kamu!”

“Selamat datang!”

“Selamat datang di lab!”

Sambutan hangat segera terdengar dari berbagai penjuru ruangan. Kelly sedikit mengembuskan napas lega.

Inoue kemudian mulai memperkenalkan beberapa anggota lab kepadanya. Ternyata, anggota lab tersebut tidak hanya terdiri dari mahasiswa master. Ada mahasiswa sarjana, ada pula mahasiswa PhD.

“Kelly, ini Pranaav. Dia dari India.”

“Hai, Kelly,” jata Pranav. Ia kemudian melambaikan tangannya.

“Hai. Senang bertemu denganmu.” Kelly membalas lambaian tangan itu.

“Ahmed dari Mesir.” Inoue berpindah ke orang lain.

“Hallo.” Ahmed tersenyum hangat dan melambaikan tangannya.

“Hai.” Kelly pun tersenyum dan membalas lambaian tangan itu.

“Dan ini Jose. Dia dari Ghana.”

“Senang bertemu denganmu, Kelly.” Jose mengulurkan tangannya untuk bersalaman dengan Kelly.

“Senang bertemu denganmu juga.” Kelly membalas sambutan hangat itu.

Tiga mahasiswa internasional tersebut menyambutnya dengan ramah, membuat Kelly merasa sedikit lebih nyaman berada di lingkungan barunya.

Kemudian, Kelly membuka tas yang dibawanya.

“Aku membawa sesuatu untuk kalian.”

Beberapa orang langsung menoleh.

“Apa itu?”

“Ini makanan dari Indonesia.” Kelly mengeluarkan beberapa bungkus makanan yang telah ia siapkan dari rumah.

Mereka kemudian mendekat kea rah meja besar di lab.

“Wow!”

“Makanan Indonesia?”

“Bisa kami coba?”

Kelly tertawa kecil. “Tentu saja. Silakan.”

Sambutan hangat kembali memenuhi ruangan.

Beberapa orang segera mendekat untuk melihat makanan yang dibawa Kelly. Mereka mulai bertanya mengenai nama makanan tersebut, rasanya, serta cara menikmatinya.

Kelly menjawab satu per satu dengan senyum yang tidak pernah benar-benar hilang dari wajahnya.

Setelah suasana mulai sedikit tenang, Inoue mengarahkan Kelly menuju sebuah meja kerja.

“Ini tempat dudukmu.”

Kelly melihat meja tersebut. “Baik. Terima kasih.”

Kelly mulai menata barang-barangnya. Tidak lama kemudian, pintu lab kembali terbuka. Suasana ruangan perlahan menjadi lebih tenang.

Irikawa-sensei masuk.

Semua orang segera memberi salam. Setelah membalas salam mereka, profesor itu berdiri di depan ruangan. “Kalian semua pasti sudah bertemu dengan Kelly kan?”

Semua mata kembali tertuju kepada Kelly.

Kelly sedikit menegakkan tubuhnya.

Beberapa orang kembali tersenyum kepadanya.

“Selamat datang di lab.” Sensei kembali menyambutnya.

“Terima kasih, Sensei.”

Irikawa-sensei kemudian melanjutkan. “Selain itu, minggu depan kita akan melakukan perjalanan bersama.”

Kelly sedikit mengangkat alis.

“Perjalanan?”

“Untuk menyambut kedatangan Kelly,” jelas sang profesor. “Kita akan pergi ke pantai.”

Beberapa mahasiswa langsung bersorak.

“Akhirnya!”

Beach trip!”

Sensei, jangan lupa barbekyu!”

Kelly menahan senyum. Perjalanan ke pantai. Bersama orang-orang yang baru saja dikenalnya. Untuk pertama kalinya sejak tiba di Jepang, Kelly merasa benar-benar tidak sabar menunggu sesuatu.

Mungkin, kehidupan barunya di Hoshizora University akan jauh lebih menarik daripada yang ia bayangkan.

--

✦ Note: Sensei artinya guru dalam bahasa Jepang. Digunakan sebagai panggilan untuk menghormati guru mau pun profesor di kampus.

Sudah sampai ujung

Bab terakhir

← Bab sebelumnya

jadi penasaran kira-kira kelly bawa apa? bukan rendang kan ya? hahaha

Kak, fun fact hahaha. Pas di sana mamaku kirimin rendang vacum. Ambil yang nyampe 2 minggu, harusnya aman. Tapi ternyata delay sampai 2 bulanan. Sampai2 baunyaaaaaaa 😭😭😭

Komentarnya bisa dibaca siapa saja, tapi menulis butuh akun.

Masuk