Kamu sedang membaca sebagai tamu. Masuk untuk memberi vote, menyukai, menyimpan, dan berkomentar.
MasukAira selama ini hidup dalam ketenangan di dalam pikirannya sendiri hingga pikiran itu tak lagi menjadi miliknya seorang. Ada suara yang tahu terlalu banyak. Ada kehadiran yang terasa terlalu nyata. Dan semakin ia berusaha mengabaikannya, semakin dekat pula sosok itu. Lalu ia bertemu Elio, seseorang yang tak sekadar memandangnya, tetapi seolah mampu menembus segala hal yang coba ia sembunyikan. Namun, semakin pria itu menyadari segalanya… semakin sulit pula membedakan kepada siapa sebenarnya ia sedang berbicara. Sebab, bukan hanya Aira yang kini sedang mengamati. Dan sisi lain dirinya mulai menginginkan sesuatu untuk dirinya sendiri.


Belum ada komentar. Jadi yang pertama!