Untuk Kesehatan Mental

1 dibaca

A

Dalam Labirin Jiwa


Di tengah malam, bayang-bayang berbisik,

Menari-nari di relung hati, penuh resah,

Kepingan-kepingan sanubari yang terpilah,

Mencari cahaya di lorong gelap,

Kata-kata tak terucap, terperangkap,

Dalam palung sunyi, tempat harapan meredup.


Satu langkah, dua langkah, menuju terang,

Meski badai melanda, jiwa tak tergoyahkan,

Menyulam ketenangan dari benang rasa,

Dalam dekapan waktu, kutemukan makna,

Di antara ribuan gemuruh, kudengar,

Suara lembut jiwa, berkata: “Kau tak sendiri.”




Pelangi Setelah Hujan


Dalam gelap malam, bintang-bintang bersembunyi,

Hati ini layu, seolah musim dingin abadi,

Namun, di atas sana, cahaya-Mu berkilau,

Seperti embun pagi, membasahi jiwa yang kering,

Kau, pengharapan, dalam setiap desah napas.


Ketika badai menerpa, dan jiwa terombang-ambing,

Kau adalah jangkar, di lautan tak bertepi,

Setiap doa adalah pelangi, menembus awan,

Saat putus asa melanda, kupegang erat keyakinan,

Dalam dekapan-Mu, kutemukan kekuatan baru,

Hidupku adalah syair, yang dituliskan oleh-Mu.




Pertolongan di Ujung Jalan


Di tengah kalut, suara menentramkan,

Senyum tulus, hangatkan jiwa,

Kebaikanmu, sinar dalam gelap.


Frustasi membelenggu, tak ada arah,

Namun, tangan terulur, menggenggam harap,

Mereka datang, pelangi setelah hujan.


Dalam derita, kau hadirkan cahaya,

Pertolongan-Nya, lewat hati yang peduli,

Dia mengajarkan, hidup tak sendiri.




Sepoi-sepoi


Jiwa yang resah,

Mencari damai di hati,

Angin lembut datang.




Mental Zaman Now


Di tengah hiruk, suara bising,

Jiwa terimpit, rasa tenggelam,

Kesehatan mental, kunci beraksi,

Menjaga diri, agar tak terdiam.


Tekanan hidup, datang silih berganti,

Stres membelenggu, harapan memudar,

Namun bersama, kita bisa bertahan,

Merangkul rasa, menguatkan langkah.


Ayo kita jaga, kesehatan jiwa,

Berbagi cerita, tak perlu ragu,

Di era ini, pentingnya kita,

Saling mendukung, menuju bahagia.




Ayo, Kita Mari


Di tepi pantai, ombak berlari,

Bintang malam bersinar hangat,

Saat jiwa terasa sendiri,

Mari cari sahabat yang dekat.


Rindu suara, tawa yang ceria,

Saling bercerita, hati terasa lega,

Jangan ragu, buka jiwa kita,

Bersama kita, hadapi segala.




Lepas

Di sudut hati, suara berbisik,

Anak kecil menanti, penuh harap yang unik,

Menggenggam rasa, jangan terombang-ambing,

Mencari cinta, agar jiwa tak terasing.


Di taman kenangan, bermain riang,

Luka yang dalam, perlahan terpanggang,

Kembali kuajak, dia berlari bebas,

Mengukir senyum, dan langkah yang tak lagi kebas.


Saat luka terobati, dunia bersinar,

Kesehatan mental, kini tak lagi samar,

Anak batiniahku, bersinar dalam cahaya,

Bersama kita melangkah, penuh bahagia.

Sudah sampai ujung

Bab terakhir

← Bab sebelumnya

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Komentarnya bisa dibaca siapa saja, tapi menulis butuh akun.

Masuk