Untuk Palestina

1 dibaca

A

P A L E S T I N A


Permadani alam yang indah memukau,
Awan putih menghampar, langit biru bertaut,
Lembah hijau dan gunung-gunung yang gagah,
Emas sinar mentari menerangi setiap sudut.

Sungai-sungai mengalirkan cerita,
Tanah suci penuh sejarah dan cinta,
Ibu pertiwi yang diselimuti kedamaian,
Namun, kini dirundung derita panjang.

Air mata bercucuran, harapan jangan terputus,




Doa Ibu


Di malam hening, dalam sujud panjang,

Seorang ibu menatap langit dengan harapan,

Air matanya mengalir pelan, membawa doa,

Untuk anak-anaknya yang tumbuh di tanah Palestina.


“Ya Allah, dengarlah seruanku,” bisiknya lirih,

“Lindungilah anak-anakku dari derita dan pedih,

Jauhkan mereka dari dentuman senjata dan tangis,

Berikan mereka kedamaian, di setiap napas dan bisik.”


“Di bawah langit biru yang luas,

Di tanah yang suci dan penuh sejarah,

Ijinkan mereka tumbuh tanpa rasa takut,

Merasakan cinta dan kasih tanpa ragu.”




Suara Aneh di Malam Hari


Kenapa malam ini ramai sekali,

Ada suara keras yang menakuti,

Orang-orang berteriak minta tolong,

Aku bingung, kenapa selalu begini.


Aku ingin bermain dan tertawa,

Dengan teman-teman di luar sana,

Tapi kenapa harus sembunyi,

Di balik dinding yang tinggi dan sepi.


Mama bilang semua akan baik,

Tapi kenapa mereka terluka dan menangis,

Aku berharap hari esok cerah,

Tanpa suara bom dan tangisan yang perih.




Jejak Masa Lalu


Palestina, tanah penuh cerita,

Jejak sejarah yang tak pernah pudar,

Di antara gunung, lembah, dan samudera,

Kenangan masa lalu tetaplah teguh dan besar.


Di sinilah peradaban bermula,

Jejak para nabi dan para raja,

Setiap sudutnya menyimpan makna,

Hikmah dan pelajaran bagi semua.


Namun, kini tanah ini berduka,

Kekerasan dan konflik mendera,

Namun semangatnya takkan pernah sirna,

Palestina, engkau tetaplah bercahaya.




Dunia dalam Diam


Mata terpejam,

Hati membisu,

Rakyat menangis,

Dunia tak peduli.


Bom menggema,

Anak-anak ketakutan,

Jeritan terdengar,

Dunia tetap diam.


Harapan terbenam,

Damai tak kunjung datang,

Rakyat Palestina berjuang,

Dunia terus mengabaikan.




Sinar Yerusalem


Yerusalem yang megah,

Tiga iman bertaut,

Damai yang dicari,

Dalam sujud dan doa.


Langitnya biru,

Menara-menara tinggi,

Gema doa bersatu,

Di tanah yang diberkahi.


Tempat suci bersinar,

Harapan tak terputus,

Yerusalem, kota cinta,

Untuk semua umat-Nya.



Hancur Hati Seorang Ayah


Hati hancur, sunyi membisu,

Wajah-wajah tersisa hanya debu,

Kehilangan istri dan anakku.


Di antara reruntuhan,

Tangisan tak berjawab,

Kehidupan terenggut dalam genosida.


Cinta yang hilang, luka mendalam,

Harapan sirna di tanah yang keras,

Kini hanya kenangan dan duka.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Komentarnya bisa dibaca siapa saja, tapi menulis butuh akun.

Masuk