Jawaban dari Mengapa
Mengapa selalu kasar, kata-katamu bagaikan pisau,
Tak ada empati, hanya sinis dan pilu.
Selalu menyalahkan keadaan yang tak berujung tahu,
Di mana letak cinta, dalam hatimu yang beku?
Aku tak mengerti, mengapa pahitnya hidupmu,
Membuatmu keras, dingin tanpa rindu dan terpuruk.
Setiap kali bicara, ada api yang memburu,
Menghanguskan harapan, membuat jiwa memburuk.
Namun kini ku tahu, di balik sikap sinismu,
Ada luka dalam yang tak pernah sembuh.
Tak dicintai, tak diperhatikan, itulah sebabmu,
Hatimu terluka, menyimpan pedih yang sudah penuh.
Kini aku bersyukur, memahami kisahmu,
Belajar dari deritamu, aku merasa lebih dekat.
Melihat dari matamu, luka yang tak pernah berkurang,
Aku belajar, rasa empati dalam hatiku melekat.
Dari kisah hidupmu, aku belajar merangkul kasih,
Mengerti bahwa di balik setiap sikap ada cerita.
Semoga aku bisa memberikan cinta yang tulus dan bersih,
Dan hidupku lebih bijak, dengan hikmah yang kau bawa.














Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!