Suatu sore hari saat akhir pekan di sebuah kediaman keluarga kecil, nampak rumah sangat damai terlihat. Nampak juga seorang Ibu sedang menyiram tanaman-tanaman di halamannya.
Sore itu pun nampak lebih sejuk, sehingga sangat cocok untuk sejenak melepas penat di luar rumah.
Sampai sebuah mobil masuk ke halaman, nampak Ayah dengan kemeja rapih keluar sambil wajahnya menunjukkan raut kegembiraan. Berjalan pada Ibu dengan langkah cepat,
“Sayang, aku ada berita gembira buat kita!! Jessi ada di rumah kan? Dia gak lagi keluar kan?” Tanya Ayah dengan antusias
“Enggak, ada apa emangnya?” Ibu mematikan selang yang digunakannya menyirami halaman
“Cepat beritahu dia, kita kumpul di ruang tamu secepatnya!”
Ibu pun dengan bingung diminta buru-buru oleh sang suami, namun akhirnya ia manut dan menuju kamar anak semata wayangnya.
Jessi sendiri sedang membaca-baca buku novel yang dibelinya beberapa waktu lalu, atensinya teralihkan kala sang ibu mengetuk pintu dan memintanya turun. Jessi pun turun dengan kebingungan, karena tumben ayahnya itu sangat gembira akan sebuah hal.
“Maaf ya kalo Ayah panggil kalian tiba-tiba, ada kabar gembira yang penting. Perusahaan Ayah memindahkan Ayah ke cabang pusat di Jakarta, jadi mulai besok kita akan pindah!!” Mata Jessi dan Ibu membulat terkejut
“Astaga!!!” Ibu langsung saja menghamburkan diri memeluk sang suami penuh rasa gembira
Jessi sendiri tersenyum dan ikut bahagia lalu ikut merangkul Ayah, akhirnya mimpinya untuk ke Jakarta bisa terwujud.
“Nah kalo tadi buat kita semua, kali ini buat anak kesayanganku Jessi,” Ayah membuka file yang dibawanya lalu menyerahkan sepucuk surat pada sang anak “silahkan dibaca dulu.”
Jessi tentu agak bingung dan terkejut, sebab logo dari surat tersebut sangat tak asing di matanya. Maka ia pun membukanya lalu membaca,
Sungguh Jessi makin terkejut dibuatnya, sebab itu adalah surat dimana dirinya dinyatakan sebagai murid baru sebuah sekolah ternama dan bergengsi di Jakarta. Hal ini menandakan jika Jessi akan pindah sekolah,
“Ayah, ini kan—“
“Batavia International School, betul Jessi. Karena Ayah mau dipindahkan ke Jakarta, perusahaan Ayah menghadiahkan ini sebagai rasa terimakasih. Semoga relasi kamu makin luas dan bisa sukses yaa.” Ayah mengelus rambut Jessi sambil menatap sang anak penuh kebanggan
“Makasih Ayah!!~” Jessi memeluk erat sang ayah penuh rasa syukur
Batavia International School sendiri adalah sekolah setara SMA yang sangat bergengsi di Jakarta dengan standar internasional, dimana isinya adalah anak-anak orang berpengaruh dan kaya raya. Sehingga Jessi berharap besar memiliki teman seperti demikian.
Maka Jessi pun mulai membereskan barang-barangnya, bersiap untuk pindah ke Jakarta dari asalnya mulai esok hari. Sudah terbayang pula kehidupan barunya di tempat baru, Jessi merasa makin tak sabar dan seperti ingin mempercepat waktu.
Akhirnya setelah 2 tahun bersemedi, nemu hal yang pas buat FreCi wkwk.
Mungkin ntar kalian agak kaget sih soal FreCi nya bakal gimana, karena bakal lebih Jessi yang ditonjolin (spoiler sih, cuma ah sudahlah). Semoga kalian suka lah, maaf kalo agak kaku soalnya kelamaan gak nulis FreCi hehe.
“Ini kan kapal-kapalan makanya ada kata Homo nya kan ya?”
Homo artinya manusia, belajar makanya!
Btw ntar malem part 1 nya, cek ombak dulu pagi ke malemnya.














Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!