Kamu sedang membaca sebagai tamu. Masuk untuk memberi vote, menyukai, menyimpan, dan berkomentar.
MasukLima hari di Pangandaran. Cukup untuk jatuh cinta. Cukup juga untuk patah. Jenar Masayu datang ke pantai membawa hati yang remuk karena cinta pertamanya bertunangan dengan perempuan lain. Galih Pratama, pemilik sepuluh kedai kopi, datang untuk lari dari pengkhianatan sahabatnya sendiri. Mereka tidak mencari siapa pun. Tapi lima hari itu terasa terlalu manis, sampai satu kalimat di telepon yang salah didengar membuat Galih pergi tanpa pamit. Dua bulan kemudian, kakak mereka mengumumkan akan menikah. Dengan satu sama lain. Jenar dan Galih memilih berpura-pura tak saling kenal. Lalu sebuah kecelakaan merenggut kakak mereka, dan bayi yang belum sempat lahir. Yang tersisa hanya sebuah rumah, sebuah kamar bayi yang tak pernah terpakai, dan sebuah wasiat dengan satu syarat. Mereka harus tinggal di rumah itu. Berdua. Selama satu tahun. Tidak boleh kabur. Tidak boleh pergi lebih dari tujuh malam. Kalau salah satu melanggar, keduanya kehilangan satu-satunya peninggalan orang yang mereka cintai. Bagi laki-laki yang terbiasa pergi saat hatinya sakit, dan perempuan yang seumur hidup takut ditinggalkan, satu tahun bisa terasa seperti selamanya. Ada cinta yang terasa begitu indah, sampai ia menyakitkan.


Belum ada komentar. Jadi yang pertama!