Negatif Split

1 dibaca

A

Malamnya, Dian baru selesai mandi dan bersantai di tempat tidur, sementara ponsel di sampingnya bergetar menampilkan notifikasi pesan masuk.

​Cyril:

Gimana badannya? Pegel-pegel gak habis marathon mini tadi sore?

​Dian tersenyum tipis, menatap layar ponselnya sebelum membalas.

​Dian:

Sedikit sih. Tapi seru kok. Next time aku yang atur pace-nya ya, tadi kamu terlalu cepet.

​Cyril:

Haha kan aku udah bilang, I can go fast or slow depending on what you like. Tapi tadi di lap terakhir kamu yang minta dipush kan? “One more lap, Cyril!” 😉

​Dian:

Iya tapi napas aku hampir putus! Lagian gerak kamu terlalu agresif di awal.

​Cyril:

Agresif? Aku cuma nyoba nyari irama yang pas biar kita bisa “finish” barengan.

​Dian tertawa pelan, menggigit bibir bawahnya saat menyadari arah obrolan ini. Pikirannya mendadak kembali ke frasa-frasa ganjil tadi sore di lintasan.

​Dian:

Tapi tenggorokan aku langsung kering banget. Mangkanya aku sampai kelepasan spit di rumput.

​Cyril:

You always spit or do you usually swallow? Air minumnya maksudku.

​Dian:

CYRIL! Bicaranya tolong disaring ya Mr. Frenchman.

​Cyril:

Lho? Aku kan nanya soal air mineral di botol kamu! Kenapa pikiran kamu yang ke mana-mana? Tapi jujur, respon kamu tadi sore bikin aku kaget. Ternyata kamu tipe yang suka tempo makin kenceng pas udah mau deket garis akhir ya?

​Dian:

Bukan gitu! Itu kan refleks karena kepancing sama kamu. Lagian kaki aku makin lemes pas kamu nempel terlalu dekat dari samping.

​Cyril:

Ah, I see. Jadi kamu gampang lemes kalau dipetikin ritmenya dari samping? Noted. Next session aku bakal bikin kamu makin lemes dari awal ronde.

​Dian:

Ronde??? Ini masih ngomongin lari kan?!

​Cyril:

Tentu saja. Lari dua putaran, terus lanjut pendinginan. Memangnya kamu mikir ronde apa?

​Dian membenamkan wajahnya di bantal, pipinya terasa makin hangat membaca balasan dari Cyril.

​Dian:

Pokoknya besok-besok aku gak mau lari sore lagi kalau ending-nya bikin piktor gini, mesum abis kamu yaaa

​Cyril:

Gak bisa gitu dong. Kita kan udah janji mau rutin “olah tubuh” bareng. Met istirahat Dian, recharge your energy... because next time, I won’t go easy on you.

Sudah sampai ujung

Bab terakhir

← Bab sebelumnya

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Komentarnya bisa dibaca siapa saja, tapi menulis butuh akun.

Masuk