Pejamkan matamu dan bukalah halaman buku ini dengan kedua tanganmu. Berjanjilah kau tak akan mengintip barang sedikit pun sebelum kau yakin telah menemukan halaman yang ditunjuk oleh hatimu dan sedikit takdir—apa kau percaya takdir?
Buku puisi ini tak memiliki awalan dan akhiran, dan semestinya memang begitu: puisi-puisi itu punya mata, melakukan olahraga, makan siang, minum kopi, dan sesekali berbicara dalam bahasa ibumu. Terkadang, kalau kau punya sedikit saja keajaiban, kau akan melihat puisi itu menangis; biasanya malam hari.














Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!