Baca Sekarang
141 bab
Kamu sedang membaca sebagai tamu. Masuk untuk memberi vote, menyukai, menyimpan, dan berkomentar.
MasukSemua orang punya tempat untuk pulang. Bagi kami, tempat itu bernama Rumah Rumi. Rumah sederhana yang menampung tawa, rahasia, dan luka masa remaja yang tak pernah kami ceritakan pada siapa pun. Di sana kami belajar arti persahabatan. Belajar tentang mimpi. Dan tanpa sadar... belajar tentang kehilangan. Rumah itu selalu menjadi tempat ternyaman bagi kami. Sampai suatu hari, rumah itu kehilangan pondasinya untuk tetap berdiri.


Belum ada komentar. Jadi yang pertama!