Bab 01

Prolog

0 dibaca

A

┗──-⋆⋅𖤓⋅⋆-──┛

Dingin dan lembap. Itu dua hal pertama yang kurasakan begitu kesadaranku kembali dari kegelapan.

Tubuhku terkubur di dasar lubang tanah, dikepung tulang-belulang yang entah punya siapa sebelumnya. Bau tanah basah bercampur sisa bangkai.

Aku menggigil. Rasa-rasnya bukan hanya karena dingin, tubuh kecil ini sepertinya sudah di ambang batas.

Kurus. Kotor. Penuh luka. Jelas bukan tubuhku yang biasa.

Aku memaksa kelopak mata terbuka, menatap langit yang cuma kelihatan samar lewat sela dedaunan lebat.

Tunggu sebentar.

Aku... mati? Yah, masih belum…

Sayang sekali.

“Sialan!!!”

Teriakanku sendiri yang membuatku tersadar jika aku baru saja lari sekuat tenaga dari sesuatu. Keringat dan kotoran menutupi wajah sementara napasku tersengal.

Aku mendongak, mengikuti cahaya yang menerobos rimbunnya pepohonan. Dunia apa ini? Masih dunia yang kukenal, atau benar-benar berbeda?

Kepalaku penuh tanda tanya, tapi tubuh ini nggak kasih waktu buat mikir lama-lama.

“...Dan bukannya itu seharusnya kelinci? Kenapa ukurannya sebesar beruang?”

Aku memaksa bangkit dari lubang, kaki gemetar menahan beban tubuh yang kelelahan setengah mati. Satu tarikan napas panjang, mencoba menenangkan diri di tengah hutan purba.

Geraman pelan terdengar dari belakang.

Aku pun menoleh perlahan.

Sepasang mata merah menyala balas menatapku, lengkap dengan deretan gigi yang jelas nggak dirancang buat makan wortel.

Aku terkekeh getir.

“Jadi kapan bajingan itu berhenti mengejarku?”

┗──-⋆⋅𖤓⋅⋆-──┛

Sudah sampai ujung

Bab terakhir

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Komentarnya bisa dibaca siapa saja, tapi menulis butuh akun.

Masuk