[F] Solusi yang membawa pengulangan (Part 3)

0 dibaca

A

Video rekaman beberapa hari menjadi simpang siur banyak masyarakat mulai berdemo besar-besaran seperti yang dilakukan kota ini.

Kami bertiga menghadiri lagi sebagai saksi mata, bahwa ini bukanlah rencana untuk melengserkan satu pihak melainkan meminta hak dan perlindungan sebagai murid. Kami sedang disidang oleh semua guru jurusan IPS, kepala sekolah beserta wakilnya ke pengadilan umum.

Suara speaker yang terdengar cukup keras dari obrolan mereka, untuk menuntun meminta maaf kepada guru matematika karena telah melecehkan profesi nya terlebih dahulu, kami bisa meminta maaf begitu mudah tak ada rasa penyesalan ataupun merendah diri.

Tapi guru tersebut gak mau memaafkan kita, karena telah merasa sakit hati dan yang paling tersakiti di sini. Ingin segera dikeluarkan dari sekolah dan dipenjarakan.

“Semuanya harap tenang,” hakim memukul meja dengan palu kayu cukup keras.

Video rekaman tersebut gak bisa diubah dengan artificial bentuk muka ataupun suaranya. Itu semua sudah diperhitungkan oleh Yuda sebagai enkripsi tingkat lanjut untuk menjaga orisinilnya.

Mereka membawa pengacara untuk mengalihkan oposisi sistem nya yang bobrok tersebut untuk membebaskan mereka dari kurungan penjara para oknum guru tersebut.

“Menyerah sajalah, semua bukti sudah begitu kuat. Apakah pengadilan ini masih tetap dijalankan?”

Sayang keinginan Yuda tak akan terjadi, belum lagi ada demo besar-besaran di luar untuk segera mengubah sistem pemerintah ini.

Pengadilan nya ditunda untuk membutuhkan lebih banyak data lagi yang lebih konkrit, kami semua dibawakan ke mana?

Ya. Malahan dikurungan, cuma tiga siswa gak diperbolehkan untuk masuk sekolah ataupun dipulangkan ke rumah kontrakan.

Yuda membisikkan kita untuk tetap bersikap tenang, ada seseorang yang membantu dari belakang. Jika itu semua berjalan semua, maka negeri ini memang harus dirombak ulang dari awal sistemnya.

Linda merasa ngantuk untuk tidur sebentar di atas pangkuan nya. Aku bingung mau ngapain dan ada dua penjaga yang bersenjata.

Gawai dan segala jenis perangkat elektronik milik Yuda disita sebagai barang bukti.

Ketika kami sedang lemah atau kelaparan, Yuda terus terbangun dan terjaga. Giliran Linda untuk menjaga sekeliling termasuk aku, tak ada makanan yang kami sentuh karena bau nya begitu kuat seperti obat-obatan cuma meminum air putih.

Secara perlahan tubuh kami menjadi kurus rontang, pengadilan ini ditunda tanpa berkelanjutan yang jelas. Ini merupakan cara main mereka, media masa telah dibungkam. Para pendemo yang seharusnya sudah masuk sebagai pendukung kita sebagai pembelaan, mereka semua dihilangkan di tempat.

Sama seperti Budi kejadiannya, sistem baru memang berganti dan dirombak namun ke arah diktraktoran. Sekolah kami belajar terus berjalan tanpa ada rasa dosa sedikit pun.

Tunjangan dari PNS yang tidak berkompetensi terus cair setiap bulannya dari memakan pajak rakyat yang terus diperas.

Aku tidak ingin mati, Linda tidak ingin mati di kurungan sel ini. Yuda pun sama, tetapi ini adalah realitanya. Tak ada seorang pun penyelamat apa yang diucapkan olehnya.

Kami hanya berpasrah dengan situasi dan kondisi yang sudah tau dijebak bukannya kabur. Tapi harus pergi ke mana? Rumah kontrakan sudah diketahui media masa. Mereka layaknya penjaga keamanan yang terus berjaga 24 jam tanpa henti.

Yuda sudah berusaha sebisa mungkin untuk meminta keadilan sebagai siswa cuma perkara sepele dan kami terlibat secara kebetulan. Budi telah pergi terlebih dahulu, Linda sama aku memiliki kedua orang tua yang dikhawatirkan. Tetapi, itu semua kabar akan datang terlambat ketika kami sudah dikuburkan di bawah tanah.

“Wahai Tuhan ku, jika keajaiban ada. Tolong turunkan kepada kami,” itu adalah sisa do’a kecil ku.

“Hamba memohon maaf sebesar-besarnya selama hidup di dunia ini. Berikanlah kedua teman ku kehidupan untuk bisa melanjutkan keseharian mereka,” do’a Yuda terdengar oleh ku.

Perut Linda yang berbunyi tanpa henti dengan bau makanan yang gak mengenakan tetapi masih terlihat segar. Kedua penjaga tersebut entah pergi ke mana, di saat-saat terakhir. Momen yang mengharukan ada bidadari cantik turun dari langit membuka sel penjara dari kunci.

Kami bertiga langsung dibawakan ke rumah sakit, karena kekurangan gizi dan nutrisi ekstrem gak makan selama satu minggu lebih. Cuma minum air saja.

...

Kedua orang tua ku datang menjenguk nya dari pulau yang begitu jauh, kedua orang tua Linda juga sama satu ruangan dengan ku.

Kecuali Yuda yang sudah siuman terlebih dahulu gak memiliki siapapun dan gak ada orang yang menjenguknya. Ku kira penglihatan dan ingatan terakhir ku melihat seorang Bidadari.

Aku dibawa kembali pulang, setelah dikeluarkan dari sekolah melalui satu pihak dengan surat pernyataan pengancam ke para guru sebagai kedoknya.

Media kebenaran yang sudah tersebar ke mana-mana. Kedua orang tua ku menuntut pihak sekolah dan memanggil teman-teman bisnisnya untuk segera membangkrutkan mereka.

Termasuk ada satu orang yang begitu overpower, ikutan menuntut dengan biaya setara dua ginjal, satu jantung dan per-kepala mereka. Atau dihilangkan dan tenggelam ke laut.

Salah satu konglomerat dibalik melindungi Yuda, yang memiliki dukungan cukup kuat. Tanpa kami ketahui sedikit pun.

Rupa bidadari tersebut merupakan pasangan nya Yuda, selama ini ia memang tidak menceritakan segala hal yang ia punya.

Tuntutan kedua orang tua ku dikabulkan dengan menerima uang cukup banyak dari negosiasi yang berjalan mulus dari pihak overpower tersebut. Termasuk juga dengan Linda, keluarga mereka kaya mendadak.

Tak tau prosesnya gimana, dikarenakan aku gak tau soal perputaran ekonomi di sini dan bisnis yang berjalan.

Ternyata kedua orang tua ku disegani oleh dukungan nya Yuda dan mulai berkenalan satu sama lain untuk membangun bisnis lebih kuat.

Sebagai gantinya kami bertiga berpisah, Yuda di dalam rumah sakit jadi pendiam sekali. Linda tetap tertidur lemas di atas tempat tidur dalam proses penyembuhan. Begitu pula dengan ku yang masih rebahan dengan disuntik jarum infus nutrisi, sebelum bisa makan secara normal.

Ini mungkin akhir cerita ku dengan mereka, tak diizinkan bersekolah di pulau tersebut. Sebelum politik di sana stabil kembali. Aku juga mendapat kabar, Linda beserta keluarga nya pulang ke asal kampung halaman. Semua uang tersebut untuk orang-orang di dalam pedalaman nya dari cerita rekan bisnis ayah ku yang berdagang di sana.

Dalam beberapa bulan cukup lama, aku jadi ingin bersekolah lagi seperti biasanya dan bertemu teman-teman baru. Ketika ada surat undangan yang dibawa oleh temannya Ayah. Aku menerima sebuah undangan dengan bertanda tangan dari Yuda yang akan segera menikah di pulau kecil bernama Singapore.

Kenapa mendadak sekali, ia memberitau hal ini. Penerbangan nya lewat jalur Borneo bukan ke pulau Jawa, yang di sana ada gangguan listrik yang bisa mati secara mendadak. Kedua orang tua ku ikutan terbang ke Singapore tetapi kendaraan ini harus turun ke suku pedalaman yang di mana Linda beserta kedua orang tuanya telah bersiap-siap juga.

“Hai Rido, sudah lama tidak bertemu.”

“Hai juga Lin.” Ia sedikit berbeda gak kekanak-kanakan. Aku melihat perubahan dan perkembangan darinya yang cuma dalam hitungan bulan kami tidak bertemu.

Di pesawat gak banyak yang dibahas, karena kami masih mengingat kejadian yang tidak mengenakan termasuk kematian nya si-Budi yang seharusnya gak terjadi. Gegara satpam merasa panik dan takut, jika Yuda menghajarnya.

Setibanya di pulau Singapore, pernikahan nya cukup mewah menyewa satu gedung secara utuh. Yuda ternyata memiliki koneksi dan hubungan para konglomerat kelas dunia dari selembaran kertas untuk membedakan status sosial mereka yang memakai cincin emas sebagai bentuk penghormatan. Termasuk aku sama Linda diakui sebagai konglomerat dan setara kekayaan nya.

Di sana terlihat ada Yuda namun dua orang seperti saudara kembar bagaikan pinang terbelah menjadi dua.

“Perkenalkan aku Yudas, kerabat jauhnya Yuda …,” ia mendekati ku dan berbisik. “Sebagai pendukung dan menjawab do’a kalian berdua. Banyak sekali persiapan yang diperlukan. Dan kematian Budi seharusnya tidak direncanakan, itu seperti takdir yang kejam.”

Siapa laki-laki ini, ia memang mirip dengan teman ku. Tetapi auranya berbeda, sampai Linda dan kedua orang tuanya tunduk melihatnya. “Kalian sudah tau siapa aku sesungguhnya?” ujarnya dan para pelayan membantunya mereka berdiri. Ia pergi mundur dan berganti posisi dengan Yuda.

Linda waktu pertama kali melihatnya, langsung memeluk bahwa ia sudah memakai pakaian rapi yang sebagai calon mempelai nya.

Yuda membungkukkan badannya untuk meminta sesuatu kepada Linda dan diberikan sebuah secarik kertas.

Ia menemui ku dan memeluk ku juga, Yuda meminta maaf berkali-kali pada ku dan itu mengenai hati kecil ku. Untuk menahan rasa tangis ini, “Dia meninggal di sana, karena kesalahanku yang sedang ditelan oleh emosi. Seharusnya hal itu tak terjadi dan nasi sudah menjadi bubur.”

Aku menasehitanya itu bukan kesalahannya dan jangan terlalu merenungi yang berlalu terlalu dalam.

“Terima kasih banyak. Kamu datang memenuhi undangan ku.”

Waktu acara akan dimulai beberapa jam lagi, ia dipercepat karena tamu nya sudah hadir semua. Kita tak diperbolehkan memakai aksesoris kacamata di mata dan harus segera diganti lensa mata, jika penglihatannya kurang jelas.

Mempelai wanita datang yang terlihat begitu muda, Yuda yang sedang berdiri menunggu keanggunan nya ada sesuatu yang janggal terjadi. Di mana saudara kembar satunya.

Mata ku mencari, melihat para tamu dan keluar jendela yang sudah gelap gulita. Padahal kita datang waktu siang hari. Di mana Linda berada di sana untuk menyampai pidato pesan perasaan kepada temannya yang selama ini ia menyimpan rasa suka juga.

Waktu terasa begitu lambat, kita semua merasakan hal yang sama dengan kesadaran penuh sebelum otak kita menerima informasi sepersekian detik berikutnya. Bahwa pernikahan teman ku ini beneran akan terjadi di masa depan mendatang dan aku gak tau ataupun mengingat siapa itu sebenarnya.

Cuma mulut ku mengatakan, “Linda …,” Apakah ini ingatan di dalam mimpi ku. Linda itu siapa?

“Rido sudah pagi, waktunya bersiap-siap untuk berangkat ke Batavia.”

“Ya Maa~” Aku melihat kalender di dinding yang sudah dilingkari tanggal 10 Oktober 2049. Dengan muka yang masih muda di umur 15 Tahun, baru ulang tahun satu bulan kemarin 13 Agustus.

Bersambung

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Komentarnya bisa dibaca siapa saja, tapi menulis butuh akun.

Masuk