BAB 28 — WULANDARI, SANG DARAH PUTIH

2 dibaca

A

WULANDARI, SANG DARAH PUTIH

Pertarungan antara Anto, Raka, dan Jagatpati semakin dahsyat.

Api hitam Ajian Sewugeni memenuhi gua. Dua bayangan Macan Putih berusaha menahan kekuatan Kudajati.

Namun perlahan Anto mulai kehilangan tenaga.

“Anto!” teriak Putri Agreani.

Wulandari melihat sahabatnya terjatuh.

Sesuatu di dalam dirinya tiba-tiba bergetar.

Tanda putih muncul di pergelangan tangannya.

Ki Patikmanungso terkejut.

“Jangan-jangan...”

Ki Aryo Pangalila menatap Wulandari dengan serius.

“Sudah waktunya.”

“Apa maksudmu?” tanya Putri Agreani.

Ki Aryo menjawab:

“Wulandari adalah pemilik Darah Putih.”


DARAH PUTIH

Wulandari berdiri.

Matanya memancarkan cahaya putih.

Rambutnya tertiup angin meskipun tidak ada angin di dalam gua.

Jagatpati menghentikan serangannya.

“Apa itu?”

Ki Aryo berkata:

“Darah Putih adalah kekuatan kuno yang menjadi penyeimbang ilmu hitam.”

Wulandari menatap Jagatpati.

“Aku tidak tahu kekuatan apa yang ada dalam diriku.”

Ki Patikmanungso menjawab:

“Kau tidak perlu mengetahuinya.”

“Kau hanya perlu mengendalikan hatimu.”

Wulandari mengangkat tangannya.

Cahaya putih menyebar ke seluruh gua.

Api hitam Jagatpati mulai mengecil.

Jagatpati berteriak:

“Tidak mungkin!”


KEKUATAN SANG DARAH PUTIH

Darah Putih Wulandari memiliki tiga kekuatan utama:

  1. Tirta Suci

Energi putih yang mampu menetralisir pengaruh ilmu hitam.

  1. Puspa Pangruwat

Kekuatan untuk memurnikan energi jahat dan memutus ikatan gaib.

  1. Cakra Wening

Perlindungan yang membuat pemiliknya sulit dipengaruhi oleh kekuatan Kudajati.

Namun ada satu kekuatan yang belum pernah dibangkitkan.

“Sukma Wening.”

Ki Aryo memandang Wulandari.

“Jika kekuatan itu bangkit sepenuhnya, bahkan Kudajati akan kehilangan sebagian kekuatannya.”


WULANDARI MELAWAN JAGATPATI

Jagatpati mengangkat kedua tangannya.

“Jangan ikut campur!”

Api hitam melesat menuju Wulandari.

Wulandari tidak menghindar.

Ia hanya mengangkat telapak tangannya.

WUSSSHHH!

Cahaya putih membentuk perisai.

Api hitam lenyap ketika menyentuhnya.

Jagatpati mundur.

“Apa kau manusia?”

Wulandari menatapnya.

“Aku memang manusia.”

Ia melangkah maju.

“Tapi aku tidak akan membiarkanmu menyakiti sahabatku.”

Anto perlahan bangkit.

“Wulandari...”

Wulandari menoleh.

“Anto, sekarang giliranmu.”

Cahaya putih mengalir dari tangan Wulandari menuju tubuh Anto.

Aura Macan Putih kembali menyala.

Anto berdiri dengan kekuatan penuh.

Raka tersenyum.

“Hebat.”

Ki Patikmanungso berkata:

“Macan Putih dan Darah Putih akhirnya bersatu.”

Namun di balik kegelapan, Kudajati tiba-tiba tertawa.

“Kalian belum tahu satu rahasia...”

Wulandari menatapnya.

Kudajati melanjutkan:

“Darah Putih bukan hanya penawar kekuatanku.”

Ia menunjuk Wulandari.

“Darah Putih adalah kunci untuk membuka Gerbang Delapan Trah.”

Wajah Ki Aryo berubah.

“Kalau begitu...”

Ki Patikmanungso melanjutkan:

“Jagatpati tidak lagi mengincar Anto.”

Semua menatap Wulandari.

Jagatpati tersenyum.

“Sekarang yang kuinginkan adalah Wulandari.”

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Komentarnya bisa dibaca siapa saja, tapi menulis butuh akun.

Masuk