──˙✧˖°☕ ༘ ⋆。˚──
Hampir seminggu telah berlalu sejak Elizabeth Kelly Kurniawan kembali ke Indonesia.
Hari-harinya dipenuhi hal-hal sederhana yang selama ini hanya bisa ia rindukan dari kejauhan.
Mulai dari menghadiri rapat keluarga demi mempersiapkan pernikahan sepupunya, Irene, menghabiskan waktu bersama keluara, hingga dua hari berturut-turut membantu berbagai keperluan acara yang akhirnya berjalan dengan lancar.
Rumah yang beberapa hari sebelumnya dipenuhi suara tawa keluarga besar kini kembali tenang.
Minggu siang itu, Kelly menikmati makan siang bersama kedua orang tuanya. Suara sendok yang beradu pelan dengan piring sesekali diselingi percakapan ringan mengenai pernikahan Irene semalam.
“Mamanya Irene pasti capek banget ya,” ujar Kelly sambil mengambil sayur.
Mamanya tersenyum kecil. “Tapi senang.”
Kelly mengangguk setuju. “Tadi Irene juga bilang begitu.”
Belum sempat percakapan mereka berlanjut, ponsel Kelly yang tergeletak di samping gelas tiba-tiba bergetar.
Sam.
Kelly segera membuka pesan itu.
Sam
Liburan yuk.
Kelly terkekeh pelan sebelum mulai mengetik balasan.
Kelly
Ke mana?
Tak lama kemudian balasan kembali muncul.
Sam
Villa omku. Daerah Dlingo. Tiga hari dua malam.
Kelly membaca pesan itu sekali lagi sebelum mengangkat wajahnya. “Ma... Minggu besok Sam ngajak liburan.”
Mamanya meletakkan sendok perlahan. “Bagus dong.”
Kelly menggeleng kecil. “Tapi tiga hari dua malam. Aku kan cuma dua minggu di rumah.”
Mamanya tersenyum lembut. “Justru karena cuma dua minggu.”
Kelly memandang sang mama tanpa berkata apa-apa.
“Kamu sudah beberapa hari sama keluarga,” sahut mamanya lagi.
“Mama sama Papa juga senang lihat kamu bisa ketemu teman-teman lagi.”
“Lagi pula, tiga hari itu cepat. Nanti pulang, kamu masih punya waktu sebelum balik ke Jepang.” Mama kembali meyakinkan Kelly.
Kelly belum sempat menjawab ketika ponselnya kembali berbunyi.
Sam
Ayolah... cuma dua malam. Kapan lagi kita bisa kumpul lengkap?
Kelly mengembuskan napas geli. Sam memang tidak pernah berubah.
Ia kembali mengetik.
Kelly
Siapa aja yang ikut?
Beberapa detik kemudian, satu per satu nama muncul di layar.
Sam
Aku, David, Mita, Allysa…
Kelly membacanya perlahan. Lalu satu pesan lagi muncul.
Sam
Min-woo
Jari Kelly berhenti. Tatapannya tertahan beberapa detik pada dua kata itu. Tanpa sadar, ia menggigit pelan bibir bawahnya. Pesan berikutnya kembali masuk.
Sam
Dong-min, Min-jun
Kelly membacanya sekilas, bahkan tidak terlalu memperhatikannya karena matanya hanya tertuju pada satu nama. Hingga akhirnya dia kembali mengetik.
Kelly
Aku bilang mama dulu ya..
Setelah itu ia mengunci layar ponselnya. Mamanya tersenyum kecil sambil mengangguk. “Kalau Mama sih... pergi ya.”
Kelly mengernyit. “Bener?”
“Iya dong, kapan lagi?” Senyum hangat tetap menghiasi wajah wanita itu.
“Kamu kelihatan bahagia waktu cerita ketemu teman-temanmu kemarin,” tambahnya lagi.
Kelly hanya tersenyum kecil. “Oke deh... makasih, Ma.”
Di tempat lain...
Suara ketikan memenuhi ruangan apartemen kecil itu. Layar laptop Lee Min-woo dipenuhi revisi penelitian yang harus dikirim sebelum akhir pekan. Tak lama, ponselnya bergetar.
Sam
Liburan yuk.
Tanpa banyak berpikir, ia langsung membalas.
Min-woo
Nggak bisa.
Balasan Sam datang hampir seketika.
Sam
Belum juga dijelasin, sudah ditolak :(
Min-woo mengembuskan napas pelan.
Min-woo
Masih banyak revisi.
Tak lama kemudian pesan baru kembali muncul.
Sam
Yah... kapan lagi kita bisa main bareng? Sebelum Kelly balik ke Jepang. Nanti Kelly liburan ke Indonesia, kamunya yang balik ke Jepang.
Belum tentu bisa ketemu lagi.
Keheningan mendadak menyelimuti ruangan itu. Jari Min-woo berhenti di atas keyboard. Ruangan itu mendadak terasa jauh lebih sunyi. Tatapannya masih tertuju pada layar laptop, tetapi pikirannya telah berjalan ke tempat lain.
Beberapa detik berlalu sebelum akhirnya ia meraih kembali ponselnya.
Ia membaca ulang pesan Sam perlahan.
Sebelum Kelly balik ke Jepang.
Entah mengapa, kalimat itu terus terngiang di kepalanya.
Min-woo mengembuskan napas panjang sebelum akhirnya mengetik singkat.
Min-woo
Aku pertimbangkan.
════════ ☕️ ════════
Terima kasih sudah membaca bab ini! 🤍
Aku harap, kalian menikmati novel ini hingga akhir ya.
Jangan lupa baca sambil minum kopi, tak lupa memberi like dan komentar juga. Supaya author semakin semangat nulis buat kalian ☕️
See you in the next chapter!
— Martha Han
@marutanova ♡
════════ ☕️ ════════════════ ☕️ ════════════════ ☕️ ════════














Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!