Biarkan Anjing Mengonggong
Di pagi hari kau datang berisik,
Dengan mulut besar dan omong kosong klasik,
Aku hanya senyum, terus melangkah,
Damai hatiku, tak terusik parah.
Si tukang gosip, ah sungguh menggelikan,
Cerita-ceritamu, serasa komedi taman,
Aku mengangguk, seolah serius,
Padahal dalam hati, aku tertawa terus.
Kau teriak marah, penuh emosi,
Katanya hidupmu, penuh tragedi,
Aku minum kopi, lalu berujar,
“Bukankah drama itu, karyamu sendiri, Pakar?”
Hari-hariku tetap tenang,
Walau kau terus berusaha mengganggu terang,
Kedamaian ini, aku pelihara,
Dengan mengabaikanmu, wahai sumber sengsara.
Jadi kau, si pengacau, janganlah khawatir,
Kau bukan masalah, hanya sedikit getir,
Dengan humor dan senyum, aku jalani,
Hidup damai, tanpa beban hati.














Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!