Menyulam Cinta di Tepian Angan
Di tepian kenangan, rumah masa kecil menghilang,
Dirindukan dalam setiap detak hati yang terluka.
Pintu-pintu kenangan terbuka, namun tak terjangkau,
Dalam angan, rumah itu menjelma, rumah yang tak pernah ada.
Namun di sudut hati, tumbuh keinginan membiru,
Membangun rumah baru, dari serpihan mimpi dan cinta.
Di taman imaji, kita menanam benih-benih harapan,
Mengubah sepi menjadi senja hangat dan merona.
Bersama kita bina, tiap dinding dari kasih sayang,
Menyulam atap dari doa-doa yang terucap dalam senyap.
Rumah ini bukan lagi impian yang terhenti di sana,
Tetapi nyata dalam pelukan kita, di setiap sujud cinta.
Di sini, rumah bukan sekadar dinding dan atap yang berdiri,
Tetapi tempat untuk melabuhkan rindu dan menenangkan jiwa.
Kita, dalam rumah ini, menemukan kedamaian tak terganti,
Rumah yang kita ciptakan, bersama dalam cinta abadi.














Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!