Sinar matahari pagi menyelinap lewat celah tirai, membuat debu berkilau di udara dapur yang sunyi. Sofie memperhatikan partikel-partikel itu melayang, menghitung detik-detik sebelum suara langkah kaki turun dari lantai atas.
“Ibu, semalam Sophie dari cermin bilang kalian bukan orang tua kandungku,” ucap Sofie tanpa basa-basi.
Gelas susu di tangan Bu Fyfi berhenti bergerak di udara. Cairan putih itu masih mengalir perlahan, menetes di meja kayu membentuk kolam kecil yang tak disadari. Wajahnya mendadak pucat pasi, seolah darahnya surut ke suatu tempat yang tak terlihat.
“Apa tadi yang kamu bilang, Sofie?” Pak Surya meletakkan koran di pangkuannya.
Pulpen di tangannya terlepas, jatuh ke lantai dengan bunyi klik yang terlalu keras untuk ukuran benda sekecil itu.
“Itu pasti hanya mimpi buruk.”
Sofie menggeleng pelan. Matanya menatap tajam ke arah ayahnya yang terus menghindari kontak mata, fokusnya tertuju pada lipatan koran yang tak lagi dibaca.
“Sophie bilang ibu kandungku meninggal,” lanjut Sofie. Suaranya datar, tanpa getaran yang bisa ditebak.
“Dia bilang kalian tahu dari awal.”
Bu Fyfi akhirnya meletakkan botol susu. Tangannya bergerak ke pinggir meja, mencari sandaran yang tak ada.
“Siapa Sophie ini, Sayang?” tanyanya, suaranya tipis seperti kertas basah.
“Bayangan di cermin,” jawab Sofie.
“Gigi taringnya sejajar dengan bahuku. Pupilnya melebar, tidak memantulkan apa pun.”
Pak Surya berdiri terlalu cepat, kursinya bergeser menyeret lantai.
“Kamu butuh istirahat,nak. Kamu terlalu banyak baca buku-“
“Kalung ini,” Sofie mengangkat rantai perak dari lehernya
“Sophie bilang ini dari ibu kandungku. Bukan hadiah dari Ibu.”
Bu Fyfi menutup mulut dengan kedua tangan. Air mata yang tak ia izinkan jatuh menggenang di pelupuk mata, berkilau di bawah cahaya dapur yang terlalu terang.
“Kamu janji gak akan pernah bilang,” bisiknya, bukan pada Sofie, melainkan pada suami yang kini membeku di dekat jendela.
Pak Surya tidak menjawab. Punggungnya menghadap ruangan, bahunya naik turun dengan napas yang terlalu cepat.
Sofie menatap kedua orang tuanya, menunggu respons atas pengakuannya yang mengejutkan itu.














Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!